Pages

Sabtu, 29 Oktober 2011

Banyak Jalan Menuju ROMA

Hohohoho, kayaknya ngeri banget dari judulnya aja :D
Aku ngepost ini karena inspirasi pelajaran Matematika barusan. Pelajaran yang sebenarnya asik, tapi juga menjengkelkan. Kalo gak sabar, ya cuma mutung di tengah jalan dan benci dengan pelajaran ini. hohoho tadi ada soal yang aku hampir saja nggak bisa. lalu tanya ke guru (Pak Paryoko), beliau menjelaskan dengan puanjang lebar. sebenernya simpel kalo udah dong, haha parah :D dan teman saya Daniel dan Panji menemukan dengan cara yang lebih mudah, ealahhhhhhh :D jannn
kembali ke banyak jalan menuju Roma.
Jadi gini, setelah pelajaran ini, saya mengambil kesimpulan bahwa buat menggapai cita-cita nggak cuma ada satu jalan. Kalau gagal di jalan ini, pasti ada jalan yang lain yang bisa kita lalui untuk mencapai apa yang bakalan kalian inginkan. Gagal di satu julan nggak menutup kemungkinan buat kita terus berusaha lagi cari jalan lain. Aku pernah baca di novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, it's inspired me so much! Di situ ada satu pepatah arap yang mengatakan seperti ini : Man Shabara Zafira, tang artinya barangsiapa yang bersabar ia akan beruntung. Nah ada kaitannya sama banyak jalan menuju roma ini.
Hidup itu adalah pilihan. Saat kalian punya banyak pilihan, sederhanakan pilihan kalian menjadi dua. Ambil satu pilihan dengan yakin. Tapi satu hal yang perlu kalian tahu, kalau kalian sudah memilih satu hal jangan pernah menyesali pilihanmu!

Senin, 24 Oktober 2011

Karena Wanita Ingin Dimengerti


Pada hari Kamis pagi aku jalan-jalan dengan sepenuh hati  (jadi gak sekedar iseng) ke Pasar Ngasem dan Taman sari dalam rangka mencari inspirasi untuk membuat tulisan. Aku sangat suka dengan tempat ini karena di tempat ini aku bisa melihat berbagai macam binatang yang dijual ada macam-macam burung, anjing, kucing, ular, tokek, dan tentu saja ikan hiasnya dah dipindahkan ke Jogja Argo Expo, tak apalah batinku. Aku yakin bisa mendapatkan sesuatu yang menarik disini, karena Pasar Ngasem dan Taman Sari tidak hanya bersejarah bagi rakyat Ngayogyakarta. Tapi di tempat inilah aku mulai mengenal cinta (cieeee).
Ketika aku melihat seorang muslimah berarti pikiranku akan kembali membuka file yang ada di otakku, karena bagaimanapun diriku pernah mengalami jatuh cinta. Aku yakin bahwa Islam tidak pernah melarang umatnya untuk jatuh cinta, yang dilarang Islam adalah menempatkan cinta pada jalan yang salah dan menyesatkan. Ibnu Hazm menulis bahwa, “Cinta awalnya permainan dan akhirnya kesungguhan. Dia tidak dapat dilukiskan, tetapi harus dialami agar diketahui. Agama tidak menolaknya, syariatpun tidak melarangnya.” Berbicara tentang cinta, kita memang tidak bisa melapaskannya dari kata “wanita”, karena wanitalah maka cinta juga ada. Argumennya kuat sekali, kalau tidak ada wanita berarti bapak kita takkan pernah jatuh cinta, dan takkan pernah menikah so pasti kita takkan mungkin lahir di dunia ini. Walaupun sekarang wanita sering mengalami penindasan, Aku jadi teringat cerita temanku, Fahd namanya, dia bercerita :
“Suatu hari aku pernah jalan-jalan ke Starbucks. Di sana, ada dua orang remaja cowok yang sedang asyik ngobrolin cewek. Remaja yang satu terlihat sedang membagi pengalamannya nakhlukin cewek-cewek kepada remaja yang lainnya. Mereka terlihat begitu asyik. Ketika aku lewat di dekat mereka, nggak sengaja aku dengar isi percakapan mereka”
“Cewek itu ibarat kopi.”, kata remaja pertama sambil menyimpan cangkir frappucino caramel-nya.
“Loh, kenapa bisa?”, Tanya remaja kedua sambil memutar cangkir berisi Jamaican coffe milik-nya.
“Ya, ibarat kopi. Pilih yang bagus, beri gula yang cukup, nikmati selagi hangat..hahahhaha” jawab remaja pertama sambil ketawa ngakak.
Remaja kedua ikut tersenyum. Tapi tampaknya kurang senang dengan kata-kata temannya.
“Lalu setelah itu buanglah ampasnya! Hahaah”, kata remaja pertama sambil kembali tertawa.
Aku lewat saja diam-diam, “Kurang ajar!”, kataku dalam hati. Coba kalau ada cewek yang denger percakapan ini. Tentu frappucino caramel-nya sudah kuyup di atas kepala cowok tadi. Bercanda sih bercanda..tapi kan nggak usah sampai nglecehin cewek sampai segitunya..
Ya aku sepakat banget tuh Fahd!
Apakah kamu tipe cowok kayak tadi yang suka nglecehin cewek dan nggak ngehargain mereka?
Hohoohoh..jangan salah presepsi soal cewek, bro! apakah selama ini kamu menganggap cewek itu bisa kamu perlakukan seenaknya—hingga kamu berkali-kali ganti cewek setelah bosen pacaran sama mereka. Kamu pikir cewek itu kayak kopi? Yang kalo udah nggak enak lagi bisa kita buang ampasnya, lalu kita beli lagi kopi yang lain untuk diseduh dan dinikmati? Hwoaaa..cewek apaan tuh yang kayak gitu?
Dalam percakapan pendek tentang cewek itu ibarat kopi diatas, menunjukkan perlakuan cowok yang selama ini seenaknya sama cewek. Padahal sebenarnya cewek itu makhluk mulia yang nggak boleh disia-siain. Bukan kayak kopi yang setiap saat ampasnya bisa kita buang setiap setelah kita nikmatin.
Hal pertama yang harus kamu tanamkan dari dalam diri sebelum nakhlukin cewek adalah menghargai cewek. Kadang-kadang cowok nggak bisa menghargai cewek dan malah cenderung melecehkan bahkan bertindak represif sama cewek.
Oleh karena itu salah satu kehebatan Islam adalah Islam telah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada wanita, salah satunya dengan membuat rambu-rambu yang sempurna tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. Pacaran yang sekarang menjamur adalah hal yang dilarang oleh Islam, karena pacaran yang di agung-agungkan sebenarnya hanyalah siasat setan untuk menjerumuskan manusia kedalam lembah perzinaan.
Tentang masalah ini, aku punya salah satu teori, “setan itu gak gobloookkkkk!”. Tahu kan maksudnya? Tentang masalah ini pikiranku jadi terngiang-niang perkataan Mas Lip Wijyanto sang pakar peneliti pacaran remaja. Yang sangat kontroversional dengan hasil penelitiannya bahwa “97,25 % Mahasiswi Jogja Sudah Tidak Perawan”. Dia pernah bercerita padaku bahwa zina yang terjadi di kalangan remaja dimulai dengans esuatu yang sifatnya sepele. Pertama kali mungkin hanya kenalan lewat internet, habis itu smsan, janjian ketemu, ngajak makan pake motor sendiri-sendiri, habis itu jadian dan kalau makan pake 1 motor, pertama kali mboncengnya pake malu-malu, habis out dah berani gaya clurit, trus ransel, trus ketika pisah Cuma cipika-cipiki, selanjutnya cipoka-cipoki (wet kissing), habis itu dah berani pelukan, trus petting dan necking, trus sampai coitus (zina). Na’udzubillah min dzalik! (maaf kalo bahasanya yang digunakan kurang sopan, maklumlah Mas Lip akn nggak pernah kuliah di Ma’had dan FAI)
Ya inilah yang ku maksud seten itu gak goblok, setan gak langsung mengajak pada perbuatan zian tapi bertahap salah satunya lewat pacaran. Padahal ketika terjadi zina yang paling dirugikan adalah cewek, karena beksnya jelas kelihantan, la kalo cowok nggak ada bekasnya bro!!!!! makanya sudah selayaknya kita gak usah pacaran dan harus mendakwahi mereka yang masih pacaran agar berhenti dari pacaran. Are you ready? Of course!
Dengan tidak pacaran kita berarti telah menghagai cewek, dan kita juga haris sabar dalam memahami perempuan, karena perempuan memang berbega dengan kita. Jika ada makhluk yang berbeda dari cowok, dialah cewek. Jika ada makhluk yang sanggup meluluhkan sekeras apapun hati cowok, dialah cewek. Jika ada yang sanggup membuat cowok bertekuk lutut dan takluk, dialah cewek. Ia nggak butuh sejuta teori atau argumentasi dari cowok..yang dia butuhin Cuma aplikasi dari teori itu yang bener-bener bisa menunjukkan kalau kamu menyayangi, mencintai, dan melindunginya, ia selalu ingin merasa aman, dilindungi, dan disayangi didekatmu.. jika kamu membutuhkan cewek, cewek juga sangat membutuhkanmu..
Dia adalah makhluk yang sangat lembut, yang bisa meluluhkan hati cowok yang sekeras batu sekalipun. Kamu ingat Adolf Hitler yang begitukejam dan bengis? Di tangan siapa dia takhluk? Cewek! Kamu inget Bill Clinton yang terkenal jago stategi dan cerdas di mata internasional? Kamu tahu musyrif yang solihpun? Bahkan kamu harus tahu ulama sekelas Imam Ibnu Hazm Al Andalusi? Di tangan siapa dia takhluk? Cewek, man! Cewek itu ibarat air yang bisa bolongin batu gua yang keras! (“Wuiiihhhhh…melankolis banget neh!”). karena cewek diciptain dari tulang rusuk cowok, apa yang menjadi permasalahan cewek mungkin hanya sepersekian dari hidup cowok. Tetapi apa yang menjadi masalah cowok adalah masalah dalam seluruh hidupnya.
Apa yang bikin cewek bahagia mungkin hanya sepersekian dari kebahagiaan cowok. Tetapi kebahagiaan yang dirasakan cowok adalah seluruhnya bagi hidup cewek. Jika cowok memikirkan perasaan cewek, mungkin itu hanya sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika cewek memikirkan perasaan cowok, itu akan menghabiskan seluruh hidupnya. Tapi itu gombalnya, kok! Nyatanya gak gitu-gitu amat.

diambil dari Majalah Sinar milik Pondok Mualimin Jogjakarta dengan sedikit perubahan